perempuan BUSUK
“mari kita bercakap2 lagi seperti hari2 sebelumnya tuhan”
ketika semua orang sibuk dengan dunianya, aku tak peduli dengan mereka yang menamakan dirinya (sok) populer,exclusive,special dari anak-anak kurang populer. aku tak mempedulikan ringkikan itu, toh aku tak mengenal mereka, mereka juga tak benar-benar mengenalku. yang tau baik buruknya aku adalah diriku, bukan mereka yang asal menilaiku. aku marah menatap tajam perempuan BUSUK itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. “ya sudah”, Pembelaanku singkat menutup pembicaraan tak direncanakan itu.
aku lelah menjadi diriku, aku lelah menjadi seseorang yang selama ini sudah aku kenal lama sekali. aku coba menyukai diriku tp kerja otakku semakin rumit dan tak kumengerti. diriku seperti menjelma menjadi diriku yang lain. aku ingin berlari bebas dan terus berlari menghilang tanpa ada orang yang tau, itulah yang kusuka. sendirian di tempat yang sepi, bersama rumput, langit, awan dan hujannya. aku selalu pusing dikeramaian. aliran darahku selalu tak menentu dengan biasanya ketika aku di keramaian. selalu menghibur kesendirianku dengan usahaku sendiri. ada beberapa hal juga mampu membuatku tersenyum dalam hati. ketika aku iri dengan anak kecil yang bisa tersenyum manis tanpa kepalsuan.
****
senja sudah berganti menjadi awan-awan hitam yang beranjak menjadi malam. senja dan hujan yang kukenal sekarang tidak seperti dulu lagi.



wuih, seremb banget judulnya =D
pance memang kenyataanya seperti itu.